Lompat ke konten utama
ZBG · Zona Belanja Grosirborongku.comZona Belanja Grosir

Panduan

Cara Menghitung Untung (Laba) Jualan Online dengan Benar

Tim ZBG · 25 Juni 2026 · 5 menit baca

Cara Menghitung Untung (Laba) Jualan Online dengan Benar

Cara menghitung untung jualan: bedakan laba kotor vs laba bersih, plus rumus dan contoh hitung yang benar. Pelajari di sini sebelum pasang harga.

Cara menghitung untung jualan paling dasar: laba kotor = harga jual - modal barang, lalu laba bersih = laba kotor - semua biaya lain (kemasan, ongkir, iklan, fee marketplace, operasional). Banyak pemula merasa "untung" padahal cuma menghitung laba kotor, jadi uang yang dikira keuntungan sebenarnya habis untuk biaya tersembunyi.

Artikel ini bantu kamu memisahkan dua jenis laba itu, plus rumus dan contoh hitung yang akurat supaya usaha grosir kamu beneran cuan, bukan sekadar ramai pesanan.

Beda laba kotor dan laba bersih

Dua istilah ini sering tertukar, padahal artinya jauh berbeda. Memahaminya adalah inti dari cara menghitung keuntungan yang benar.

Laba kotor (gross profit)

Laba kotor adalah selisih harga jual dengan modal barang saja, belum dikurangi biaya operasional.

Rumus: Laba kotor = Harga jual - Modal barang (HPP)

Contoh ilustrasi: kamu kulakan satu mainan edukasi seharga Rp 15.000 lalu jual Rp 25.000.

  • Laba kotor = Rp 25.000 - Rp 15.000 = Rp 10.000

Angka ini terlihat enak, tapi belum bisa kamu anggap untung bersih. Masih ada biaya lain yang menggerus.

Laba bersih (net profit)

Laba bersih adalah keuntungan yang benar-benar masuk kantong setelah SEMUA biaya dipotong.

Rumus: Laba bersih = Laba kotor - Total biaya lain

Biaya lain yang sering lupa dihitung:

  • Kemasan: bubble wrap, kardus, lakban, label
  • Ongkir yang kamu tanggung (kalau ada subsidi atau gratis ongkir dari toko)
  • Fee marketplace atau biaya layanan platform
  • Biaya iklan kalau kamu pasang promosi berbayar
  • Operasional: kuota internet, listrik, transport ambil barang, plastik, dan lainnya

Contoh hitung lengkap yang benar

Pakai contoh ilustrasi di atas. Kamu jual mainan edukasi Rp 25.000 dengan modal Rp 15.000.

Sekarang kita masukkan biaya lain per produk (contoh ilustrasi, bukan tarif pasar):

Komponen Nominal
Harga jual Rp 25.000
Modal barang Rp 15.000
Laba kotor Rp 10.000
Kemasan Rp 1.500
Fee/biaya layanan platform Rp 1.000
Biaya iklan (rata-rata per produk) Rp 2.000
Operasional (rata-rata per produk) Rp 1.000
Total biaya lain Rp 5.500

Hitung laba bersihnya:

  • Laba bersih = Laba kotor - Total biaya lain
  • Laba bersih = Rp 10.000 - Rp 5.500 = Rp 4.500

Lihat bedanya? Laba kotor Rp 10.000 terlihat besar, tapi laba bersih yang benar-benar jadi untung kamu cuma Rp 4.500 per produk. Kalau kamu cuma melihat laba kotor, kamu bisa salah menyangka usaha sangat untung padahal margin tipis.

Inilah kenapa cara menghitung laba penjualan harus selalu sampai ke laba bersih, bukan berhenti di laba kotor.

Tips: Pisahkan uang modal dan uang untung sejak hari pertama. Begitu pesanan dibayar, sisihkan dulu modal barang ke "dompet modal" untuk kulakan berikutnya, baru sisanya (laba) masuk ke kantong usaha. Tanpa pemisahan ini, kamu sering merasa punya banyak uang padahal itu modal yang harus diputar lagi.

Sekilas tentang margin dan markup

Setelah tahu laba, kamu mungkin dengar istilah margin. Margin adalah laba dibagi harga jual, dinyatakan dalam persen.

Rumus: Margin = (Laba / Harga jual) x 100%

Dari contoh tadi, margin bersih = (Rp 4.500 / Rp 25.000) x 100% = 18%.

Jangan tertukar dengan markup, yaitu persentase yang dihitung dari modal:

  • Markup = (Laba kotor / Modal) x 100% = (Rp 10.000 / Rp 15.000) x 100% = sekitar 67%

Markup sekitar 67% kedengaran besar, tapi margin bersihnya cuma 18%. Dua angka ini bicara hal berbeda, jadi pastikan kamu tahu mana yang sedang kamu hitung. Untuk cara menentukan harga jual yang sehat (termasuk berapa markup yang masuk akal untuk barang grosir), baca panduan harga jual di blog ZBG.

Kenapa ini penting untuk reseller grosir

Saat kamu kulakan dalam jumlah banyak, selisih kecil per produk jadi besar kalau dikali volume. Salah hitung Rp 500 per item akan terasa kalau kamu jual ratusan pcs.

Beberapa prinsip praktis:

  • Hitung biaya per produk, bukan per bulan saja. Bagi total biaya iklan dan operasional dengan jumlah produk terjual supaya tahu beban per unit.
  • Masukkan biaya gratis ongkir kalau kamu menanggungnya. Ini sering jadi penyebab utama laba bersih tergerus tanpa sadar.
  • Pakai modal grosir yang efisien. Makin murah modal per pcs, makin lebar ruang labamu. Di ZBG, MOQ mulai 2 pcs jadi kamu bisa coba banyak jenis barang dulu tanpa stok menumpuk, lalu kulakan lebih banyak untuk barang yang laku.

Pertanyaan umum

Apa beda laba kotor dan laba bersih?

Laba kotor hanya menghitung harga jual dikurangi modal barang. Laba bersih menghitung harga jual dikurangi modal DAN semua biaya lain (kemasan, ongkir, iklan, fee, operasional). Laba bersih adalah untung yang benar-benar kamu pegang.

Bagaimana cara menghitung keuntungan kalau saya kasih gratis ongkir?

Masukkan biaya ongkir yang kamu tanggung sebagai salah satu "biaya lain". Misalnya laba kotor Rp 10.000 dan ongkir yang kamu bayar Rp 6.000, maka tersisa Rp 4.000 sebelum biaya lain dipotong. Selalu hitung gratis ongkir sebagai pengeluaran, bukan promo gratis.

Margin berapa persen yang sehat untuk jualan grosir?

Tidak ada angka pasti karena tergantung kategori, biaya, dan strategi kamu. Yang penting laba bersih tetap positif setelah semua biaya, dan margin cukup untuk menutup risiko (retur, barang rusak). Hitung dulu dengan rumus di atas, lalu sesuaikan harga jual bila margin terlalu tipis.

Mulai cuan dari modal yang tepat

Untung jualan dimulai dari modal yang efisien. Lihat katalog grosir ZBG di /produk, atau telusuri per kategori seperti mainan, aksesoris, produk rumah tangga, dan dekorasi & pajangan. MOQ mulai 2 pcs, jadi kamu bisa hitung-hitung untung dulu sebelum kulakan banyak. Tanya harga grosir via WhatsApp dan temukan produk yang pas untuk usahamu.

Siap praktik? Mulai dari stok grosir ZBG.

MOQ mulai 2 pcs, harga grosir via WhatsApp, kirim ke seluruh Indonesia.

Panduan lainnya